- Data Definition Language ( DDL )
Skema basisdata ditentukan sekumpulan definisi oleh suatu bahasa tertentu yang disebut dengan Data-definition Language (DDL).
Yang termasuk kelompok DDL ini adalah :
- CREATE : Perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk di antaranya membuat database baru, tabel baru, view baru, dan kolom.
Contoh :
> create table siswa (nim char(8) primary key,nama_siswa varchar(20),nilai integer(3),alamat varchar(25);
- ALTER : Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat. Pekerjaannya mencakup mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, maupun memberikan atribut pada kolom.
Contoh :
>alter table siswa rename wisudawan;
- DROP : Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
Contoh :
>Alter table ‘siswa’ drop ‘alamat’;
- Data Manipulation Language ( DML )
Ada dua tipe DML, yaitu :
- Procedural DML, mengharuskan pengguna untuk menentukan data yang dibutuhkan dan bagaimana mendapatkannya.
- Nonprocedural DML / Declarative DML, mengharuskan pengguna menentukan data yang dibutuhkan tanpa menentukan bagaimana mendapatkannya.
Nonprocedural DML / Declarative DML lebih mudah untuk digunakan daripada Procedural DML. Dikarenakan pengguna tidak harus menentukan cara mendapatkan data dalam basisdata, maka sistem basisdata harus mencari alat yang efektif untuk mengakses data. Komponen DML dari bahasa SQL merupakan nonprocedural. Query adalah pernyataan yang digunakan pengguna untuk mengambil data.
berikut adalah syntax dan contoh dari penggunaan DML :
1. Insert
è Berfungsi Untuk memasukkan sejumlah data kedalam table yang telah dibuat.
Syntax:
insert into table_name (column1, column2, …, column_n)
values (value1, value2, …, value_n);
Contoh:
insert into siswa (nis,nama)
values (‘1213100236′, ‘Ricky Saefudin’);
è Berfungsi Untuk memasukkan sejumlah data kedalam table yang telah dibuat.
Syntax:
insert into table_name (column1, column2, …, column_n)
values (value1, value2, …, value_n);
Contoh:
insert into siswa (nis,nama)
values (‘1213100236′, ‘Ricky Saefudin’);
2. Delete
è Berfungsi untuk menghapus sejumlah data yang ada didalam table yang telah dibuat.
Syntax:
delete table_name where column_name=column_content;
Contoh:
delete siswa where nis=’1213100236′;
è Berfungsi untuk menghapus sejumlah data yang ada didalam table yang telah dibuat.
Syntax:
delete table_name where column_name=column_content;
Contoh:
delete siswa where nis=’1213100236′;
3. Update
è Berfungsi untuk melakukan perubahan terhadap sejumlah data yang ada didalam table yang telah dibuat.Syntax:
update table_name
set column1_name=column1_content
where column2_name=column2_content;
Contoh:
update siswa
set nama=’Ricky saefudin’, alamat=’U-144′
where nis=’1213100236′;
4. Selectè Berfungsi untuk melakukan perubahan terhadap sejumlah data yang ada didalam table yang telah dibuat.Syntax:
update table_name
set column1_name=column1_content
where column2_name=column2_content;
Contoh:
update siswa
set nama=’Ricky saefudin’, alamat=’U-144′
where nis=’1213100236′;
è Berfungsi untuk melakukan pengambilan sejumlah data yang ada di dalam table untuk ditampilkan ataupun dimanipulasi
Syntax:
Select column from table_name
Contoh:
Select * from siswa;